loading...

Bensin boros ini solusinya

Penyebab mobil boros bensin ada beragam. Sering kali, hal ini seolah tak terduga dan terjadi tiba-tiba. Tanpa disadari, frekuensi Anda melakukan pengisian ulang bahan bakar jadi lebih banyak atau anggaran untuk membeli bahan kendaraan mulai membengkak. Jika didiamkan atau dibiarkan, penyebab mobil boros bensin bisa jadi semakin merugikan, terlebih di tengah kondisi harga bahan bakar minyak yang terus mengalami kenaikan.

Jika Anda termasuk salah satu yang menghadapi masalah tersebut, jangan merasa tak punya pilihan lain. Anda bisa mencari tahu penyebab mobil boros bensin agar dapat memperbaiki kondisinya. Semakin dini terdeteksi, semakin cepat pula teratasi. Masih ada peluang untuk membuat mobil kembali irit bahan bakar sehingga Anda pun dapat kembali hemat dan efisien.

Berikut beberapa daftar kemungkinan penyebab mobil boros bensin. Masing-masing penyebab dilengkapi dengan saran penanganan atau solusi yang tepat untuk mengatasinya. Silakan cek dan terapkan yang sesuai dengan kondisi kendaraan Anda!

1.Perilaku Berkendara yang Agresif: Penyebab Mobil Boros Bensin yang Jarang Disadari
Tak banyak pengendara atau pemilik kendaraan yang sadar jika gaya mengemudi dapat mempengaruhi tingkat konsumsi bahan bakar. Artinya, tingkat efisiensi bahan bakar akan bergantung pada kecakapan pengemudi dalam berkendara. Jika pengemudi berkendara dengan gaya atau perilaku yang agresif, mobil bisa jadi boros bensin.

Perilaku agresif yang dimaksud di sini adalah akselerasi mendadak atau injakan pedal rem dengan kekuatan berlebihan. Akselerasi mendadak dapat menaikkan suplai bensin hingga maksimal. Sementara itu, pengereman berlebihan membuat mobil harus digas lebih dalam agar ada tenaga yang cukup untuk bergerak lagi. Menurut FuelEconomy.gov, cara berkendara seperti ini hanya akan membuang-buang bahan bakar. Tingkat efisiensi bahan bakar bisa turun sampai 33 persen pada kecepatan tinggi atau 5 persen pada kecepatan normal di jalanan kota.

Solusi untuk masalah ini adalah memperbaiki atau mengatur gaya mengemudi. Cobalah untuk berkendara dengan lebih tenang dan halus. Atur injakan pedal gas dan perhitungkan jarak pengereman. Gas dan rem harus dilakukan secara bertahap untuk menghindari akselerasi atau pengereman yang mendadak. Prinsipnya, jagalah laju kendaraan agar tetap konstan atau tidak berubah secara drastis agar bahan bakar terpasok lebih teratur dan tidak mudah keluar. Selain membantu menghemat bahan bakar, hal-hal ini juga sudah tentu akan membuat Anda lebih aman di jalanan.

2.Penggunaan Bahan Bakar yang Tidak Tepat
Tak jarang pemilik atau pengguna mobil mengisi kendaraan dengan bahan bakar yang kurang tepat. Entah karena pertimbangan harga, entah karena faktor ketersediaan. Padahal, bahan bakar mobil seharusnya tak dipilih sembarangan. Tak semua bahan bakar cocok dengan kompresi mesin mobil dan bersih. Jika terlalu sering menggunakan bahan bakar seperti ini, terutama bahan bakar yang kotor, lama kelamaan pasti timbul penumpukan kerak di dalam mesin dan saluran injektor. Kerja mesin pun akan jadi berat sehingga konsumsi bahan bakar semakin boros.

Supaya tidak boros bensin, mobil Anda harus “diberi minum” sesuai nilai oktan yang disarankan pabrik atau produsen. Pemakaian bahan bakar yang sesuai akan menjaga pembakaran pada mesin tetap optimal sehingga mobil lebih hemat bensin dan efisien.

3. Filter Udara Mampet

Sebuah mobil pasti dilengkapi dengan filter udara. Filter udara berfungsi menyaring udara yang akan masuk ke dalam ruang pembakaran. Aliran udara di dalam saluran masuk akan diblok dengan bahan seperti kertas atau kain berpori besar agar partikel-partikel yang terbawa bisa tersaring. Jika ada debu, secara otomatis debu tersebut akan tertinggal di permukaan dan tidak bisa menembus lapisan filter ini.

Dalam kurun waktu yang lama, debu-debu akan menumpuk dan jadi timbunan yang memenuhi filter udara. Saluran ini pun bisa mampet dan mengganggu kelancaran aliran udara. Jika pasokan udara ke mesin berkurang, langkah piston akan menjadi berat. Efeknya, mobil terasa tak bertenaga. Anda harus menekan pedal gas lebih dalam untuk menggeber kendaraan. Hal ini membutuhkan pasokan bensin yang besar sehingga bahan bakar akan terasa lebih cepat habis.

Secara berkala, Anda memang sebaiknya membersihkan filter udara. Caranya sama sekali tidak sulit dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Anda tinggal melepas filter, lalu bersihkan menggunakan air bertekanan kuat sampai semua debu yang menempel hilang. Namun, jika ingin lebih mudah, Anda juga bisa membersihkan filter udara dengan membawa mobil ke bengkel kendaraan terdekat sekalian untuk servis rutin.

4.Penggunaan Ban yang Lebih Besar Juga Bisa Jadi Penyebab Mobil Boros Bensin!
Bagian mobil yang paling sering dimodifikasi adalah roda atau ban. Banyak pengguna atau pemilik mobil mengubah tampilan ban kendaraan mereka dengan memasang pelek yang lebih lebar dan rim yang lebih besar. Modifikasi seperti ini mungkin dapat memberikan keuntungan secara estetika dan fungsional, yaitu membuat mobil terlihat lebih keren serta menambah grip kendaraan. Namun, hal ini akan menambah bobot dan gaya gesek ban. Laju rolling resistance mobil pun kian terhambat. Akibatnya, mobil jadi boros bensin karena memerlukan tenaga ekstra alias memakan lebih banyak bahan bakar untuk melaju.

Untuk mengatasi mobil boros bensin karena sebab ini, ganti ban dengan ukuran yang lebih kecil atau standar. Sekarang ada pula teknologi terkini berupa eco tire yang dapat Anda jadikan opsi. Eco tire adalah ban yang memiliki unique selling point sebagai ban hemat bahan bakar. Di kalangan pengguna mobil LCGC atau MPV, ban ini telah mendapat cukup banyak perhatian dan peminat. Tak ada salahnya jika Anda juga ikut menjajal dengan memasang eco tire pada kendaraan kesayangan.

5. Mesin Belum Tune-Up
Jika Anda merasa mobil boros bensin, coba evaluasi apakah Anda sudah rutin melakukan tune-up mesin. Ingat-ingat kapan terakhir kali mobil Anda dibawa ke bengkel resmi terdekat untuk mendapatkan perawatan. Bisa jadi mobil Anda boros bensin karena sudah lama tidak diservis sehingga kondisi bagian-bagian mesin seperti busi, celah katup, throttle body, injektor, ataupun komponen lainnya terabaikan. Bagian-bagian mesin ini sangat mempengaruhi konsumsi bensin. Apabila tak terawat, konsumsi bensin bisa jadi tak teratur dan “bocor”.

Solusi dari masalah ini cukup jelas. Agar Anda bisa mempertahankan tingkat efisiensi bahan bakar, rawatlah mesin dengan rutin. Bawa mobil ke bengkel terdekat dan lakukan tune-up mesin secara berkala.

6.Sering Menggunakan AC dalam Suhu yang Terlalu Dingin
Berkendara tanpa menghidupkan air conditioner (AC) bisa jadi membuat pengemudi maupun penumpang merasa kurang nyaman. Hal ini berlaku terutama untuk orang-orang Indonesia, mengingat iklim tropis sering kali membuat mereka harus menghadapi suhu udara yang panas atau sangat tinggi di siang hari. Saking pentingnya, kontrol AC biasanya jadi tombol pertama yang wajib ditekan dan diatur begitu mesin mobil telah dihidupkan. Di waktu tertentu, tak jarang pengendara akan mengatur suhu AC hingga ke titik yang paling dingin.

Sayangnya, menyalakan AC dengan suhu yang terlalu dingin dan dalam waktu yang cukup lama akan meningkatkan konsumsi bahan bakar. Saat AC dinyalakan, mesin akan memutar kompresor pemompa refrigerant dengan membagi daya. Nah, daya atau power mesin yang dibutuhkan ini tidak sedikit. Kompresor AC bahkan harus bekerja lebih lama jika suhu diatur terlalu dingin. Artinya, power mesin yang harus dibagi pun semakin banyak. Mobil tak mungin dapat berjalan jika pedal gas tak diinjak lebih dalam dan bensin untuk pembakaran tak disuplai dalam jumlah yang lebih besar.

Agar tak membebani kerja mesin dan membuat mobil boros bensin, aturlah suhu AC agar tidak terlalu dingin. Nyalakan AC sewajarnya, yakni pada kisaran 24-27 derajat celcius yang rata-rata sudah cukup untuk membuat kabin mobil terasa dingin. Jika Anda hendak memarkir dan meninggalkan kendaraan saat cuaca terasa terik, pilihlah tempat yang teduh agar kabin tidak menjadi panas dan AC tak perlu dinyalakan dengan suhu berlebihan setelahnya.

Satu hal lain yang tak kalah penting, jaga dan pastikan AC selalu dalam kondisi “sehat” atau berfungsi dengan normal. AC mobil yang “tidak beres”, seperti hanya mengeluarkan angin atau tak terasa dingin, hanya akan membuat kinerja mesin menurun. Akibatnya, tentu saja mobil pun makin boros bensin.

7.Ban Kempis atau Sudah Botak
Hampir sama kasusnya dengan penggunaan ban yang lebih besar. Ban kempis atau botak juga bisa jadi salah satu penyebab mobil boros bensin karena meningkatkan gesekan antara ban dan aspal jalanan. Banyaknya gesekan membuat daya putar berkurang dan beban mesin semakin berat sehingga mobil butuh tambahan tenaga untuk melaju.

Cek dan periksalah ban mobil Anda. Lihat tekanan angin ban yang tampak di samping kanan jok pengemudi ketika pintu dibuka. Jika tekanannya rendah atau kempis, tambahkan tekanan hingga sesuai dengan kadar yang direkomendasikan. Jika terjadi kebocoran ataupun kebotakan pada ban, tak perlu menunggu lama atau pikir-pikir lagi untuk segera mengganti ban. Selain mempengaruhi tingkat konsumsi dan efisiensi bahan bakar, hal ini juga menentukan keamanan berkendara. Selalu ingat bahwa keselamatan Anda adalah yang nomor satu.


0 Comments

Leave a comment